Sebelumnya
telah diposting sebuah artikel tentang uji t yang digunakan untuk
membandingkan dua buah mean. Dalam beberapa kasus, peneliti dituntut
untuk membandingkan populasi lebih dari 2 mean. Disisi lain, sangat
tidak dianjurkan menggunakan uji t (untuk uji beda lebih dari dua mean).
Alasannya selain tidak efektif akibat melakukan pengujian berulang
ulang kali, juga karena dapat menyebabkan meningkatnya peluang
kesalahan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, uji ANOVA (Analisis of Variance)
atau sering juga diistilahkan sebagai uji sidik ragam, dikembangkan
oleh Ronald Fisher. Prinsip pengujiannya adalah menganalisis
variabilitas atau keragaman data menjadi dua sumber variasi, yaitu
variasi dalam kelompok (within) dan variasi antar kelompok (between). Bila variasi within dan between
sama maka rata-rata yang dihasilkan tidak ada perbedaan, sebaliknya
bila hasil perbandingan kedua varian tersebut menghasilkan nilai lebih
dari 1, maka rata-rata yang dibandingkan menunjukkan adanya perbedaan.
Beberapa asumsi dasar yang mesti dipenuhi pada uji ANOVA adalah:
(a) Data sampel yang digunakan berdistribusi normal atau dianggap normal,
(b) Populasi tersebut memiliki varian yang homogen,
(c)
Sampel tidak berhubungan satu dengan lain (independen), sehingga uji
ANOVA tidak bisa digunakan untuk sampel berpasangan (paired).
Terdapat beberapa jenis ANOVA, yaitu: ANOVA satu jalur (one way ANOVA) dan ANOVA dua jalur (two way ANOVA). One way ANOVA
digunakan untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata k sampel, bila
pada setiap sampel hanya terdiri atas satu kategori. Sedang two way ANOVA digunakan untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata k sampel bila peneliti melakukan kategorisasi terhadap sampel.
Unuk
lebih jelasnya, peharikan contoh berikut. Misalkan peneliti ingin
membandingkan produktivitas tanaman padi pada Varietas A, B, C dan D,
maka dapat digunakan ANOVA satu jalur. Sedang bila sampel tersebut
dikelompokkan lagi berdasarkan tingkat kesuburan tanahnya, maka
digunakan ANOVA dua jalur (two way ANOVA).

Fokus pembahasan kali ini adalah tentang uji ANOVA satu jalur (one way ANOVA), sedang untuk two way ANOVA, INSYAALLAH akan dibahas pada artikel berikutnya.
ANOVA satu jalur(One Way Anova)
menggunakan prinsip perhitungan yang sangat sederhana, dalam analis
ini, variance total hanya dibagi atas: Variance antar perlakuan (between), dan variasi dalam perlakuan (within)/variance error.
Berikut adalah langkah-langkah dalam perhitungan ANOVA satu jalur:
(a) Tentukan k atau banyaknya perlakuan,
(b) Tentukan n atau banyaknya sampel,
(c) Hitung jumlah kuadrat total dengan rumus:


(d) Hitung jumlah kuadrat perlakuan dengan rumus:


(e) Cari harga F-Hitung dengan menggunakan rumus yang tertera pada tabel berikut,

(f) Cari harga F tabel dengan mempertimbangkan (1) tingkat signifikansi (α), (2) df antar perlakuan, dan (3) df dalam perlakuan,
(g) Bandingkan harga F Hitung dengan F tabel,
-
Bila F Hitung < F tabel, maka Ho diterima, yang berarti rata-rata kedua perlakuan tidak berbeda secara signifikan,
-
Bila F Hitung > F tabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti rata-rata kedua perlakuan berbeda secara signifikan.
Untuk lebih jelasnya, lihat contoh kasus berikut:
Seorang
peneliti ingin membandingkan, penggunaan Varietas A, B, C dan D
terhadap produktivitas tanaman padi. Maka peneliti tersebut melakukan
percobaan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design). Tampilan denah dan hasil dapat dilihat seperti berikut:

Untuk
mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara perlakuan, maka
dilakukan uji ANOVA satu jalur dengan menggunakan perhitungan yang
langkah-langkahnya telah mudahditerangkan sebelumnya.
Pengerjaan
perhitungan tersebut dapat lebih mudah diselesaikan dengan menggunakan
aplikasi program Microsoft Excel. Untuk mengetahui langkah-langkahnya
silahkan tonton video berikut, anda juga dapat mendownload file latihan
yang digunakan sebagai sampel dalam video tutorial tersebut, melalui
link yang disediakan dibawah:
Hasil perhitungan menggunakan program Microsoft Excel dapat dilihat pada tabel berikut:

Karena
nilai F Hitung (7,25) lebih besar dari nilai F tabel (2,85), maka Ho
ditolak, sehingga konsekuensinya adalah hipotesis alternatif atau H1
diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan varietas memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas tanaman.
Terakhir,
yang perlu diperhatikan adalah: uji ANOVA hanya memberikan indikasi
tentang ada tidaknya beda antar rata-rata populasi. sehingga bila uji
dinyatakan berbeda secara signifikan, berarti secara keseluruhan, ada
perbedaan. Akan tetapi, belum tentu mengindikasikan adanya perbedaan
antara Varietas A dan B, atau A dan C, dan sebagainya.
Sehingga
bila ingin mengetahui ada tidaknya perbedaan antara tiap individu
populasi, maka mesti dilakukan uji lanjut berupa: LSD atau sering
diistilahkan dengan BNT, Uji Tukey HSD atau sering diistilahkan dengan
BNJ, Uji Duncan, Uji Dunnet, dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar